titik poligon shp

Kenapa file SHP ditolak, dan cara memperbaikinya

Pemecahan masalah · diperbarui Agustus 2026

Berkas SHP yang ditolak jarang disertai penjelasan yang membantu. Berikut penyebab yang paling sering muncul, diurutkan dari yang paling banyak terjadi, beserta cara mengenalinya.

1. Sistem koordinat keliru

Gejala: berkas diterima, tetapi peta muncul di lokasi yang jauh — di tengah samudra, di Afrika, atau di kutub. Atau sistem menolak dengan pesan mengenai proyeksi.

Sebab: berkas .prj tidak ada, atau berisi proyeksi yang tidak dikenali sistem penerima. Tanpa .prj, sistem hanya menebak — dan tebakannya biasanya keliru.

Perbaikan: ekspor ulang dengan EPSG:4326 (WGS 84 lintang/bujur) dan pastikan .prj ikut dalam arsip.

2. Lintang dan bujur tertukar

Gejala: lahan di Jawa Barat muncul di Samudra Hindia atau di daratan Asia Tengah.

Sebab: daftar koordinat ditempel dengan urutan terbalik. Ini mudah terjadi karena sumbernya berbeda-beda: Google Maps menulis lintang lebih dulu, sedangkan format GIS umumnya bujur lebih dulu.

Cara mengenali: di wilayah Indonesia, bujur berkisar 94°–142° dan lintang antara −11° sampai 6°. Jika angka pertama lebih besar dari 90, itu bujur.

3. Garis batas saling menyilang

Gejala: ditolak dengan pesan tentang geometri tidak sah atau invalid geometry.

Sebab: urutan titik tidak mengikuti keliling lahan, sehingga dua sisi poligon saling memotong dan membentuk simpul seperti pita. Sering terjadi bila titik ditambahkan menyeberang, bukan berurutan mengelilingi.

Perbaikan: urutkan ulang titiknya searah keliling lahan. Aplikasi ini memeriksa perpotongan sendiri secara otomatis sebelum berkas ditulis, dan menyebutkan sisi mana yang bermasalah.

4. Arsip ZIP tidak lengkap

Gejala: berkas gagal dibaca sejak awal.

Sebab: hanya .shp yang dimasukkan, atau arsip berisi folder di dalam folder, atau ikut tersertakan folder __MACOSX dari komputer Mac.

Perbaikan: pastikan .shp, .shx, dan .dbf berada di tingkat teratas arsip, bukan di dalam subfolder.

5. Poligon tidak tertutup atau ada titik berimpit

Gejala: ditolak sebagai geometri tidak sah, atau luas terbaca nol.

Sebab: titik pertama dan terakhir tidak menyatu, atau ada dua titik berturut-turut di posisi hampir sama akibat klik ganda tanpa sengaja.

6. Luas tidak cocok dengan sertifikat

Gejala: berkas diterima sistem, tetapi dipertanyakan pada tahap verifikasi.

Sebab: penggambaran di atas citra selalu meleset beberapa meter. Pada lahan kecil, selisih satu meter di tiap sisi sudah mengubah luas beberapa persen.

Dua angka luas yang berbeda, keduanya benar

Perangkat GIS umumnya menampilkan luas di bidang proyeksi, sedangkan yang tercantum pada sertifikat adalah luas di permukaan tanah. Untuk bidang seluas 1.000 m², selisihnya bisa mencapai sekitar dua meter persegi tergantung posisi terhadap zona proyeksi. Aplikasi ini menampilkan kedua angka agar selisihnya bisa dijelaskan bila ditanyakan.

7. Nama berkas bermasalah

Spasi, tanda kutip, atau huruf beraksen pada nama berkas dapat membuat sebagian sistem gagal membaca arsip. Gunakan huruf, angka, garis bawah, dan tanda hubung saja.

8. Terlalu banyak titik

Poligon hasil penelusuran otomatis kadang memuat ribuan titik. Sebagian sistem membatasi jumlah titik per poligon. Gunakan fitur penyederhanaan untuk membuang titik yang hampir segaris tanpa mengubah bentuk secara berarti.

Cara memeriksa sebelum mengunggah

Anda bisa memuat berkas SHP yang sudah jadi — buatan sendiri maupun kiriman surveyor — ke dalam aplikasi ini lewat tombol Muat / Periksa Berkas. Sistem koordinatnya dibaca dari .prj, geometrinya diperiksa, dan luas pada atribut dibandingkan dengan luas hasil hitung ulang. Selisih yang mencolok antara keduanya adalah pertanda berkas dibuat dengan sistem koordinat yang keliru.

Ruang iklan

Periksa berkas SHP Anda